Total Tayangan Halaman

Rabu, 30 September 2020

UCUP KLATEN, KREATOR YOUTUBE YANG VIRAL DENGAN “MBAH MINTO” NYA

UCUP KLATEN, KREATOR YOUTUBE YANG VIRAL DENGAN “MBAH MINTO” NYA

 

Sebuah video yang berisi pesan untuk tidak mudik selama pandemi corona Covid-19, disampaikan melalui parodi yang lucu, ramai dibagikan oleh netizen. Postingan video yang dibuat oleh akun Instagram @ucup_jbsklaten tersebut mengisahkan tentang seorang anak yang rindu ibunya dan ingin pulang kampung.


 

Muhammad Sofyan, atau yang akrab dipanggil Ucup Klaten merupakan pemuda asal Klaten yang menjadi sosok di balik pembuatan video tersebut. Dia menceritakan pembuatan video parodi jangan mudik itu hanya dilakukan berdua yakni dirinya dan juga Mbah Minto yang berperan sebagai simbok.


Hanya berbekal dengan kamera ponsel yang dimiliki, namun dia mampu membuat sebuah tampilan yang mampu menarik perhatian masyarakat umum. Ucup menceritakan, awal motivasinya membuat video berangkat dari fenomena pemudik yang dilihatnya mulai pulang kampung sejak sebelum Ramadhan. Fenomena tersebut memunculkan kekhawatiran tersendiri bagi warga kampung seperti dirinya akan adanya penyebaran Covid-19 yang tak terkendali, jika nanti pemudik tetap banyak yang datang. Karena itulah ia kemudian membuat video berisi pesan imbauan yang dikemas dengan cara lucu, sehingga bisa lebih diterima oleh warga netizen dengan legowo, tidak merasa dipojokkan, tidak dengan emosi, dan bisa tertawa di ending nya. Secara tidak sadar mereka mengiyakan himbauannya yang ada di video tersebut. Video yang diunggah melalui akun youtubenya yakni Ucup Klaten hingga kini terus berkembang dan sampai sekarang mampu menembus 1 juta subcriber. Video tersebut mendapatkan apresiasi yang positif dari masyarakat, bahkan mampu menarik perhatian kalangan instansi pemerintah, seperti Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Bupati Klaten, Sri Mulyani bahkan menyempatkan diri untuk datang langsung menemui mbah minto dan muhammad sofyan untuk berterimakasih karena telah membantu pemerintah untuk mengajak masyarakat umum mematuhi peraturan pemerintah ditengah maraknya pandemi covid-19 yang belum reda. Pada pertengahan juli lalu, istri KSAD Diah Erwiany Trisnamurti Hendrati Hendropriyono juga tidak mau ketinggalan untuk berterimakasih secara langsung. Beliau mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada mbah minto, walaupun telah berusia udzur namun masih bisa menghibur dan memberi nasihat – nasihat yang sederhana.

Postingan yang awalnya diunggah pada pertengahan april lalu, hingga kini terus dikembangkan beberapa unggahan – unggahan lainnya yang tidah kalah menarik ternyata masih mampu menarik perhatian pemirsa karena didalamnya terdapat pesan-pesan yang berisi motivasi. Hal tersebut setidaknya bisa memotivasi masyarakat untuk melakukan hal serupa, yakni menyampaikan kebaikan dengan cara yang menarik serta dengan bahasa mudah dipahami. 


 

Dari fenomena tersebut, sedikit poin yang bisa kita ambil ialah mudahnya penggunaan media sosial pada era sekarang dapat kita manfaatkan sebagai sarana untuk berkreasi tentunya untuk hal-hal yang positf, hanya saja untuk mendapatkan perhatian dari masyarakat secara luas diperlukan pemahaman mengenai realita sosial dari yang sedang dibutuhkan oleh masyarakat tersebut. Kalau kita melihat pada kondisi sosial masyarakat indonesia pada umumnya saat ini adalah mereka membutuhkan tayangan – tayangan yang tidak hanya mendidik, tetapi juga menampilkan kekayaan SDA & SDM Indonesia,kearifan lokal budaya yang terkenal santun, serta kreatifitas yang mampu menghibur dan tidak membosankan.

 

Sekian.. 

Senin, 06 April 2020


Profil Singkat Lembaga Pendidikan Formal Sma Sunan Kalijogo Jabung

Nama Sekolah             :           SMA Sunan Kalijogo
Alamat                         :           Jl. Ahmad Yani, Desa Kemantren Kec. Jabung Kab. Malang
Status Akreditasi          :           B
No. Telp                      :           0341-793 104
Email                           :           smakalijogojabung@gmail.com
Pendiri                         :           Almaghfurlah (alm) KH. Nursalim
Pengasuh Yayasan       :           Bu Nyai Hj. Nur Salim (Istri KH. Nursalim)
Ketua Yayasan                        :           Gus H. Ali Muzaki Nur Salim (Putra KH. Nursalim)
Kepala Sekolah                        :
-          Tahun 1999-2004 : Drs. H. Mas’ud,
-          Tahun 2004-2008 : Drs. H. Nurbuat,
-          Tahun 2008-sekarang : M. Sya’roni

1. VISI :
Unggul Dalam Imtaq dan Iptek, Berwawasan  Kebangsaan, Inovatif, Berakhlaqul Karimah

2.   MISI :
1.      Menumbuhkan penghayatan dan pengamalan ajaran Agama Islam yang berhaluan Ahlusunna Wal Jamaah
2.      Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif dengan meningkatkan kualitas akademik
3.      Meningkatkan kualitas kelembagaan dengan pengembangan sarana dan prasarana
4.      Menerapkan manajemen partisipatif dengan melibatkan seluruh warga Sekolah
5.      Meningkatkan kreatifitas warga Sekolah
6.      Menanamkan perilaku yang berakhlaqul karimah di lingkungan sekolah dan masyarakat

3.   TUJUAN SEKOLAH
1.      Terwujudnya manusia yang unggul dalam bidang Imtaq dan Iptek
2.      Terwujudnya manusia yang berkualitas dan berwawasan kebangsaan
3.      Terwujudnya manusia yang inovatif dan berahlaquk karimah
4.      meningkatkan kinerja masing-masing komponen sekolah (Kepala sekolah, guru, karyawan, peserta didik, dan komite sekolah) untuk bersama-sama melaksanakan kegiatan yang inovatif sesuai dengan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) masing-masing;
5.      melaksanakan proses belajar mengajar secara efektif dan efisien, dengan mengintegrasikan Pendikan dalam kegiatan sekolah, baik melalui mata pelajaran maupun kultur sekolah.
6.      mewujudkan peningkatkan kualitas dan jumlah tamatan yang melanjutkan ke perguruan tinggi.

Itulah profil singkat lembaga pendidikan formal sma sunan kalijogo jabung hasil wawancara dengan bpk. Afandi, M.Pd.I selaku waka kurikulum di Sma sunan kalijogo jabung.


Kamis, 12 Maret 2020

Kunjungi JTV Malang, Mahasiswa KPI Mendapat Banyak Pengalaman Mengesankan



Kunjungi JTV Malang, Mahasiswa KPI Mendapat Banyak Pengalaman Mengesankan


Malang, 11 maret 2020


                                                                                                                                                                            Sebanyak 20 mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (disingkat : Prodi KPI)  semester IV Institut  Agama Islam Sunan Kalijogo Malang pada hari rabu, 11 maret 2020, melaksanakan studi kunjungan pertamanya ke kantor stasiun televisi lokal malang yakni Jtv Malang sebagai bagian dari program pembelajaran di kampus tersebut.

Kegiatan tersebut juga dalam rangka menjalin kerjasama antara kampus yang mulai berdiri sejak tahun 2018 tersebut dengan lembaga – lembaga pelayanan umum yang berada di wilayah Kabupaten maupun kota Malang dan sekitarnya.


" Rombongan mahasiswa KPI IAI Sunan Kalijogo Malang berkunjung ke kantor JTV Biro Malang "

                Setibanya mereka di kantor yang beralamat di Komplek Ruko Tlogomas Square Kav No. 23, Jalan Tlogomas No.30, Tlogomas-Kec. Lowokwaru-Kota Malang, didampingi 2 dosen pembimbing yakni Fauziyah Rahmawanti, S.kom.I M.Sos dan Alfian Adi Saputra, M.I.Kom , mereka sudah disambut oleh wanita cantik bernama Oknita Nurma selaku koordinator Presenter yang bertugas memandu dan menjelaskan tentang profil dan program-program tayangan tv lokal yang berjargon “ Tv ne G’naro Ngalam” tersebut.







                Para mahasiswa pun antusias menyimak pemaparan dari Miss Nita (red : panggilan akrab Oknita Nurma), sambil mencatat bermacam - macam pengetahuan dalam dunia kepenyiaran. Dengan penuh semangat mereka juga menanyakan tentang beberapa istilah yang belum mereka ketahui. Hadi suprayitno, salah seorang diantara mereka contohnya, bertanya tentang apa saja jenis-jenis tayangan yang disiarkan oleh Jtv. Miss Nita pun dengan senang hati menjelaskannya.

" Miss Nita, koordinator Presenter memandu sekaligus mengenalkan profil Jtv Malang dan seputar dunian kepenyiaran kepada mahasiswa "

                Setelah puas berbincang-bincang, mereka kemudian diajak menuju lantai 3 yang menjadi lokasi studio siaran. Sebuah ruangan dengan desain minimalis yang berukuran kira-kira 5 x 8 meter tersebut dibagi menjadi 3 lokasi, yakni lokasi talkshow, penyajian berita dan obrolan santai. Disana mereka mendapatkan wawasan mengenai model penyajian berita baik live maupun siaran ulang. Tidak ketinggalan mereka juga diberi kesempatan untuk belajar menjadi presenter dan reporter yang professional dalam menyajikan berita. Tak sungkan-sungkan, 4 orang mahasiswa langsung bersemangat ambil bagian.





" Mahasiswa diberi kesempatan mencoba membaca naskah berita dan menjadi reporter "

                Tak cukup sampai disitu, agar semakin melengkapi wawasan mereka juga diarahkan menuju ruang redaksional yang berlokasi di lantai 2. Di ruangan yang menjadi tempat pengolahan informasi  tersebut mereka dipersilahkan untuk bertanya sekaligus diajari seputar editing video, animasi dll. Dengan antusias mereka langsung mengerubungi tim redaktur yang sudah siap di masing-masing bagian.



" Mahasiswa diperlihatkan proses editing video & animasi di ruang redaksi "


                Tidak terasa sudah sampai pada bagian akhir, kembali miss Nita yang selalu setia memandu dan menemani mereka kembali mengajak ke ruang utama untuk menemui GM. Jtv Biro Malang guna memperoleh motivasi dari beliau.
                Pada sesi akhir seluruh mahasiswa sekaligus dosen pendamping diajak untuk berfoto bersama sebagai bagian penutup dari seluruh rangkaian kegiatan studi kunjungan tersebut.



                Fathul ulum, mewakili seluruh mahasiswa ketika ditanya mengaku, kegiatan kunjungan ini merupakan kegiatan yang sangat menyenangkan dan juga menambah wawasan karena mahasiswa bisa menyaksikan, belajar dan juga praktek secara langsung sehingga bisa dijadikan bekal untuk kedepannya.
senang, karena kita para mahasiswa bisa menyaksikan, belajar dan juga praktek secara langsung, dan itu menjadi bekal yang sangat bermanfaat untuk kami selanjutnya. Terimakasih jtv !”
                Senada dengan yang diungkapkan oleh mahasiswanya, Fauziyah Rahmawanti selaku Kaprodi KPI semester IV menambahkan, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mengenalkan kepada mahasiswa seputar dunia penyiaran melalui media televisi. Harapannya, kedepan akan ada lulusan dari IAI SKJ yang mampu menjadi presenter ataupun reporter professional dan juga amanah, sehingga sesuai dengan tujuan dari Prodi KPI itu sendiri.
“ alhamdulillah kami selaku dosen pembibing bisa mengenalkan kepada mahasiswa KPI seputar dunia penyiaran melalui media televisi, harapan saya dengan kegiatan studi ini akan ada lulusan dari IAI SKJ yang mampu menjadi presenter ataupun reporter professional dan juga amanah, sehingga sesuai dengan tujuan dari Prodi KPI itu sendiri. Tidak sampai disini kami juga akan melakukan Mou kerjasama dengan Jtv untuk kedepannya agar dapat mengembangkan program pembelajaran di Kampus kami.” pungkasnya.
" Mou kerjasama IAI SKJ - JTV Malang "



#SalamKomunikasi
#IAISkj_Jayabarokah
#JTVMalang_Tvne G’naro Ngalam

Senin, 09 Maret 2020

Efek kerinan

"Dan berbahagialah bagi mereka yang bangun dari tidurnya diwaktu masih petang sebelum fajar pagi tiba."

Rabu, 27 februari 2020



Disiplin memang suatu keniscayaan yang perlu diperjuangkan. Membutuhkan suatu kesabaran sikap dan mental dalam menjalankannya. Tidaklah suatu manusia yang luar biasa yang mampu menjalankan dan menjaga hal tersebut. Tak terkecuali saya yang sampai sekarang belum bisa mempraktekkannya. Contohnya saja kemarin,akibat sikap teledor dengan sedikit nggampangno akhirnya hanya karena bangun kesiangan, semua aktifitas sehari-hari jadi berantakan. Sebetulnya jadwal sudah saya persiapkan dengan bantuan alarm ponsel yang saya setting pukul 03.00 dinihari untuk sekedar bangun pagi dengan tujuan mempersiapkan kebutuhan untuk kegiatan besok agar bisa berjalan lancar. Namun apalah daya saat saya tak menghiraukan bunyi alarm tersebut walaupun sudah mendengarnya, malah kembali berlindung diibawah hangatnya selimut dari dinginnya udara pagi. Dan akhirnyaa.. kerinan (kesiangan) lagi. Bangun pukul 06.30. Menggerutu sendiri tanpa sebab seperti orang "gak bek". Segala aktivitas seharian akhirnya dilakukan dengan gupuh (tergesa-gesa).
Setelah beraktifitas seharian saya pun menyempatkan diri njagong dengan teman2 sebentar kemudian kembali pulang karena badan sudah mengajak untuk beristirahat kembali . Sambil senyum" sendiri menuju tempat tidur; seperti orang gak bek tadi, memaki diri sendiri dalam hati, jiamput ane.. kepingine tangi isuk lha kok tambah kebablasan...
Hahaha....



Minggu, 01 Maret 2020

Jalan terjal



Jalan terjal


           Suatu ketika melewati jalan yang terjal, yang dibutuhkkan adalah konsentrasi dan manajemen tenaga yang tepat. Jalan terjal memang berat dan membutuhkan energi yang lebih banyak dari biasanya. Namun hal tsb melatih kita agar selalu menerapkan sikap waspada thd sesuatu. Waspada berarti selalu berusaha menjaga kehati-hatian dalam menentukan sikap. Ia selalu mengutamakan mana yang lebih pas dan menakar kemungkinan minimal hal yang merugikan dalam mengambil keputusan. Orang yang sering berada di situasi demikian secara tidak langsung memiliki daya tahan sikap maupun mental di atas rata-rata.

Sabtu, 29 Februari 2020

MBAH SADIMAN, PAHLAWAN PENGHIJAUAN



MBAH SADIMAN PAHLAWAN PENGHIJAUAN




"Usia tak menjadi batasan untuk berkarya, asal kau punya niat & tekad maka lakukanlah sesuai kemampuan, perkara hasil , nanti...!"



"Mbah Sadiman, orang sederhana, berfikir sederhana, bekerja keras, tekun dan telaten hingga akhirnya prosesnya menghasilkan karya besar sumber mata air kehidupan"
Kisah 'Kegendengan' Mbah Sadiman asal Wonogiri, selama 20 tahun menanam ribuan pohon hingga terkenal di mancanegara. Ia tak lagi muda, umurnya sudah menginjak 68 tahun, raganya pun tidak tegak dan gagah, keriput sudah mulai menghiasi wajahnya.Tetapi, yang membuat kita kaum muda malu mungkin, adalah kegigihannya naik-turun bukit menelusuri daerah di lereng gunung sembari membawa bibit pohon.
Namanya Mbah Sadiman, ia akan menanam bibit-bibit pohon itu.
Kisahnya sempat diangkat media asing Zinc asal London, Inggris, dalam sebuah postingan video di Facebook berjudul "This Indonesian man single-handedly saved his village from starvation".Mbah Sadiman tinggal di Dusun Dali, Desa Geneng, Kecamatan Bulukerto Kabupaten Wonogiri, sekitar 100 KM dari Kota Solo.
Selama 20 tahun lebih sejak tahun 1996 Mbah Sadiman telah memulai dedikasinya untuk keberlangsungan hidup warga desanya dengan menanam pohon.Setidaknya lahan seluas 250 acre di Bukit Gendol dan Bukit Ampyang lereng Gunung Lawu telah ia tanami lebih dari 11 ribu.
Ini bermula dari keresahannya akibat penebangan dan penjerahan hutan yang dilakukan warga dan berimbas pada kehidupan warganya sendiri.Kebakaran hebat pernah melanda, kekeringan saat musim kemarau, banjir saat musim hujan, petani tidak cukup mendapat air untuk tanamannya, dan warga kesulitan mendapatkan air.
Lelaki tua itu melakukan semuanya sendiri, tanpa bayaran dan tidak mengharapkan imbalan.Pohon yang ia tanam adalah pohon beringin, ini karena beringin memeiliki kelebihan sebagai tanaman pencegah erosi.Ia memebeli bibit, memberi pupuk, menyulami semua dari kantongnya sendiri. Bahkan ia mengorbankan hanya memakai baju bekas di keseharian daripada membelinya.Mbah Sadiman usaha penyemaian bibit jati dan cengkeh di pekarangan rumahnya, ia melakukan itu karena akan menukarkan 2 bibit cengkeh dengan 1 bibit beringin kepada warga untuk ditanam.
"Orang-orang menyebut saya edan, gendeng, karena menukar bibit cengkeh dengan bibit beringin yang tidak menghasilkan keuntungan berupa materi" ujarnya dalam bahasa jawa di postingan tersebut.Tapi memang bukan itu yang Mbah Sadiman cari, ia menanam beringin karena dapat menyediakan sumber air yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh warga desa.
Kini, warga desa merasakan hasil perjuangan Mbah Sadiman, petani tidak kesulitan air, Dusun Dali juga tidak mengalami kesulitan air lagi di saat daerah lain mengalami kekeringan saat musim kemarau."Seorang Mbah Sadiman bagi kami adalah pahlawan, orang yang sangat kita butuhkan, karena sudah tua di berani terjun ke hutan untuk melakukan reboisasi" kata seorang warga.
Sadiman masih berencana menaman 20 ribu lebih pohon lagi untuk juga dapat membantu desa lain. "Pokoknya sampai kemampuan saya, kalau saya masih mampu tanam, ya tanam" itulah keinginan sederhana Mbah Sadiman namun aka sangat berarti besar bagi warga sekitar.

#CatatanYangTerserak