UCUP KLATEN, KREATOR YOUTUBE YANG
VIRAL DENGAN “MBAH MINTO” NYA
Sebuah video yang berisi pesan untuk tidak mudik selama pandemi corona Covid-19, disampaikan melalui parodi yang lucu, ramai dibagikan oleh netizen. Postingan video yang dibuat oleh akun Instagram @ucup_jbsklaten tersebut mengisahkan tentang seorang anak yang rindu ibunya dan ingin pulang kampung.
Muhammad Sofyan, atau yang akrab dipanggil Ucup Klaten merupakan pemuda asal Klaten yang menjadi sosok di balik pembuatan video tersebut. Dia menceritakan pembuatan video parodi jangan mudik itu hanya dilakukan berdua yakni dirinya dan juga Mbah Minto yang berperan sebagai simbok.
Hanya berbekal
dengan kamera ponsel yang dimiliki, namun dia mampu membuat sebuah tampilan
yang mampu menarik perhatian masyarakat umum. Ucup menceritakan, awal
motivasinya membuat video berangkat dari fenomena pemudik yang dilihatnya mulai
pulang kampung sejak sebelum Ramadhan. Fenomena tersebut memunculkan
kekhawatiran tersendiri bagi warga kampung seperti dirinya akan adanya
penyebaran Covid-19 yang tak terkendali, jika nanti pemudik tetap banyak yang
datang. Karena itulah ia kemudian membuat video berisi pesan imbauan yang
dikemas dengan cara lucu, sehingga bisa lebih diterima oleh warga netizen
dengan legowo, tidak merasa dipojokkan, tidak dengan emosi, dan bisa tertawa di
ending nya. Secara tidak sadar mereka mengiyakan himbauannya yang ada di video
tersebut. Video yang diunggah melalui akun youtubenya yakni Ucup Klaten hingga
kini terus berkembang dan sampai sekarang mampu menembus 1 juta subcriber.
Video tersebut mendapatkan apresiasi yang positif dari masyarakat, bahkan mampu
menarik perhatian kalangan instansi pemerintah, seperti Gubernur Jawa Tengah
Ganjar Pranowo.
Bupati Klaten,
Sri Mulyani bahkan menyempatkan diri untuk datang langsung menemui mbah minto
dan muhammad sofyan untuk berterimakasih karena telah membantu pemerintah untuk
mengajak masyarakat umum mematuhi peraturan pemerintah ditengah maraknya
pandemi covid-19 yang belum reda. Pada pertengahan juli lalu, istri KSAD Diah
Erwiany Trisnamurti Hendrati Hendropriyono juga tidak mau ketinggalan untuk
berterimakasih secara langsung. Beliau mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada
mbah minto, walaupun telah berusia udzur namun masih bisa menghibur dan memberi
nasihat – nasihat yang sederhana.
Postingan yang
awalnya diunggah pada pertengahan april lalu, hingga kini terus dikembangkan
beberapa unggahan – unggahan lainnya yang tidah kalah menarik ternyata masih
mampu menarik perhatian pemirsa karena didalamnya terdapat pesan-pesan yang
berisi motivasi. Hal tersebut setidaknya bisa memotivasi masyarakat untuk
melakukan hal serupa, yakni menyampaikan kebaikan dengan cara yang menarik serta
dengan bahasa mudah dipahami.
Dari fenomena
tersebut, sedikit poin yang bisa kita ambil ialah mudahnya penggunaan media
sosial pada era sekarang dapat kita manfaatkan sebagai sarana untuk berkreasi tentunya untuk hal-hal yang positf, hanya saja untuk mendapatkan perhatian
dari masyarakat secara luas diperlukan pemahaman mengenai realita sosial dari
yang sedang dibutuhkan oleh masyarakat tersebut. Kalau kita melihat pada
kondisi sosial masyarakat indonesia pada umumnya saat ini adalah mereka
membutuhkan tayangan – tayangan yang tidak hanya mendidik, tetapi juga
menampilkan kekayaan SDA & SDM Indonesia,kearifan lokal budaya yang terkenal
santun, serta kreatifitas yang mampu menghibur dan tidak membosankan.
Sekian..



Tidak ada komentar:
Posting Komentar